TITIK AWAL HINGGA KE GAZA

TITIK AWAL HINGGA KE GAZA

66 / 100 Skor SEO

Saya sama sekali tak pernah terpikirkan bahwa Sijum sampai di titik sekarang. Maka hanya bisa bersyukur kepada Alloh ta’ala yang maha menggerakkan. Tidak ada daya dan upaya kecuali memang karena Alloh semata.

SiJum (Nasi Jumat) awalnya hanya sebuah amalan Riyadhoh saya pribadi. Ketika saya dalam keadaan bangkrut, dalam keadaan susah, hutang banyak, dan dalam keadaan yang tak berdaya 7 tahun yang lalu. Jangan dikira bahwa saya tak mengalami apa yang sebagian besar kawan-kawan rasakan.
.
Jadi kalau saya memberi nasihat tentang saat sempit, saat sulit atau saat ada di titik rendah. Dan sebagian kawan-kawan merespon “kok pas ya ustadz..”, “kok terasa tulisannya..”, itu sebab saya memang pernah mengalaminya.
.
Saat dimana Alloh tutup jalan rezeki kami sebab kesalahan dan maksiat kami di masa lalu. Sampai seolah rezeki Alloh itu menjauh. Di titik itu, sampai rela meletakkan ego dan jualan cilok keliling, dan pulang dengan untung 20ribu sehari pun pernah saya jalani.
.
Kalau sekedar gas abis, pulsa listrik nol pun sudah sering terjadi. Sampai ngumpulin koin receh di bawah kursi untuk beli telur pun pernah kami alami.
.
Tapi namanya manusia..Lama-lama, ngga tahan juga dengan kondisi serba sulit. Pasti ada cara.. pasti ada solusi. Begitu pikir saya. Alloh maha Adil, Alloh Maha Kaya. Pasti ada cara yang Alloh sediakan untuk hambaNya jadi jalan wasilah menuju kecukupan.
.
Sampai ketika ada di titik batas, saya tak mau lagi pakai cara ala manusia. Saya mau cara Alloh saja, saya mau cara langitan saja.
.
Dulu sewaktu ngaji di pondok, guru saya pernah suatu kali bercerita tentang amalan memberi makan.
.
Entah kenapa, saat itu , nasihat ini yang saya pikirkan. Saya mau sedekah saja. Saya mau ngalap berkahnya sedekah. Saya mau dengan sedekah, Alloh jadikan kami sekeluarga mudah rezeki. pokonya intinya saya lagi mau dagang ke Alloh. Udah capek dagang ke manusia yang kadang rugi kadang untung.
.
Saya mau berdagang saja ke Alloh, yang Alloh janjikan pasti untung.

“Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku (Alloh) tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. ash-Shaff: 10-12).
.
Dah manteppp!!! Terus mikir.. Mau dibagiin kemana ya??
.
Saya kan sendirian.. nggak ada teman. Maklum, kalau lagi susah mah memang pada nggak mendekat. Hehe..
.
Saya mikir tuh.. kalau saya bagiin ke jalan, maka harus keluar rumah, harus nyari, butuh waktu, butuh tenaga, butuh biaya. Sambil mikir, masuklah waktu subuh. Ya sudah, berhenti mikir dulu, lalu sholat subuh ke masjid. Yang kebetulan ada di samping rumah persis.
.
Begitu selesai, langsung tercerahkan, “iyaya.. kenapa nggak bagi ke masjid aja. Ke jamaah sholat jumat.” Pas hari itu juga hari jumat. Maka saya duduk agak lama, sambil nunggu ustadz kampung kami selesai wirid, dan biasanya beliau pulang paling akhir.
.
Setelah selesai, saya tanya ke beliau.. bolehkah saya bersedekah nasi untuk makan siang di masjid?? Dan begitu beliau bilang boleh. Alhamdulillah, saya girang bener.
.
Saya pulang, langsung ambil tabungan yang hanya tinggal 280ribu rupiah.. saya langsung ke pasar. Belanja bahan makanan dan kami oleh sedemikian rupa. Dibungkusin jadi 40 bungkus nasi saat itu.

Menjelang dzuhur sudah selesai persiapan. Saya taruh di teras masjid dan saya kasih tulisan, Gratis untuk jama’ah sholat jumat. Tak sampai 10 menit habis “Dagangan” kami tadi. Dan saya buru-buru doa..

“Ya Alloh, semoga amal kami terhitung amal sholeh. Dan jadi sebab kemudahan kami menjemput rezeki Mu ya Alloh”..

Dan benar kawan, selang 4 jam.. ada kabar dari klien lama yang selama ini pembayarannya saya tunggu tak kunjung datang. Hari itu di transfer. Subhanallah.. bersyukur saya.

Ini salah satu kesalahan yang sering kita lakukan.. sudah tahu bahwa amalan itu bisa jadi kemudahan. Tapi jarang dilakukan. Dan kalau pun dilakukan, seringkali tak jadi wasilah doa untuk hajat hidup.

Padahal Alloh membolehkannya..

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allâh dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya” [Al-Maidah : 35]
.
************************
.
Jalan beberapa tahun.. kami mulai merasakan dampak sedekah di hari jumat. Kehidupan membaik, dan rezeki perlahan mulai lancar. Kebiasaan berbagi Nasi Jumat mulai jadi ruh aktivitas. Seolah-olah, tiap waktu ya hanya untuk nungguin hari jumat datang.. melayani jama’ah dan masak buat jama’ah sholat jumat. Dan Masjid pun mulai ramai sebab itu. Orang mulai saling mengabarkan. Dari 40 bungkus jadi ratusan dan selalu habis.
.
Dan terpikir saat itu, saya ingin berbagi amalan ini. Saya tulis ala kadarnya. Diluar dugaan saya, tulisan tentang amalan berbagi nasi saat itu begitu Viral.
.
Lantas banyak yang ingin menirunya. Saya pun mengiyakan, mempersilahkan dan serta merta tumbuhlah komunitas Sijum. Yang karena Alloh, saat ini telah ada di ratusan kota. Di hampir semua provinsi di tanah air dan timor leste. Melayani lebih dari 300 masjid dan pondok yatim dari ratusan Dapur Operasional di setiap wilayah.
.
Satu persatu Relawan bermunculan, hingga berjumlah ribuan dan semuanya punya tujuan yang sama. Menjadikan sijum sebagai Riyadhoh kehidupan. Berharap dengan melayani umat, maka Alloh berkenan memberikan pertolonganNya kepada kami semua. Demikian juga yang tak punya waktu dan tenaga dan memutuskan sebagai donatur sijum. Mereka pun juga mengharapkan hal yang sama.
.
Sijum jadi wasilah pertolongan Alloh bagi banyak keluarga bermasalah.. dan benar adanya. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak yang bertemu dengan kemudahan dan keajaiban Rezeki setelah berkhidmat di sijum.
.
Mulai dari hutang lunas, jodoh, anak keturunan, masalah keluarga yang selesai lantara terus berdoa dan beramal sholeh berbagi makanan.
.
Belakangan, kami baru sadar, bahwa apa yang dilakukan di Sijum adalah menggabungkan 4 amalan utama sekaligus.
.
1. Kami memberi makan orang lain,
2. bersedekah di hari Jumat,
3. melayani tamunya Alloh, dan
4. menjadi wasilah makmurnya masjid.
.
Tak aneh jika fadhilahnya pun berlapis-lapis kami rasakan. Semoga Alloh ridho.
.
************************
.
Dan setelah 4 tahun berwujud komunitas.. bertambah pula kebahagiaan kami saat ini.
.
Sijum bisa ikut membuka dapur di Gaza Palestina. Menjadi bagian sebagai pelayan para calon mujahidin tanah suci yang sedang terpenjara di tanahnya sendiri. Kami ikut bahagia bisa memberi makan anak-anak Gaza dan kado lebaran bagi mereka.
.
Berawal dari satu titik di Kota Klaten. Kini ratusan titik posko berbagi nasi telah bermunculan. Banyak komunitas meminta ijin mengadopsi gerakan berbagi makanan di masjid. Dan kami dengan senang hati persilahkan. Yang ingin bergabung dengan keluarga besar SiJum pun kami bukakan pintu lebar-lebar.
.
Kami semakin sadar..
Bahwa salah satu cara menyelesaikan masalah besar umat manusia adalah memunculkan kepedulian.
.
Siapa yang lapar.. maka yang berlebih harus mau mengeyangkan.
Sehingga, mau seperti apapun musibah besar yang dihadapi umat manusia.. kita semua bisa melaluinya bersama.
.
Kenyangkan perut saudara kita.. maka niat jahat akan diredam.. tak ada kriminalitas sebab perut.
Kenyangkan perut rakyat.. maka pemimpin bisa bekerja dengan tenang.
.
Sederhana.. tapi butuh hati lapang dan kemauan. Kita mulai dapur rumah kita..
Dari kantong kita sendiri..
Sedekah 10rb.. satu porsi makanan. Bisa jadi wasilah kemudahan.
.
SiJum saat ini telah bertransformasi menjadi gerakan sosial amal sholeh multi platform.
Mulai dari :
– Berbagi Nasi tiap jumat di masjid.
– Berbagi Makanan tiap hari di jalan untuk dhuafa.
– Berbagi makan di pondok yatim.
– Berbagi rantang nasi untuk jompo dan dhuafa
– Berbagi Sembako untuk dhuafa
– Tim SiJum Reaksi Cepat untuk Bencana
– Sunatan Masal
– Bedah Rumah
– dan lain-lain.
.
Semua karena Alloh..
Atas dukungan para donatur dan semua relawan.. kita semua bertumbuh hingga saat ini. Ingat terus niat lurus mencari Ridho Alloh. Dan jangan tersilap dunia.
.
Kita bersaudara karena amal sholeh..
Maka tetaplah jadi saudara sampai bertetangga di surga.. Aamiin Allohuma Aamiin..
.
Salam,
Andre Raditya
Founder Nasi Jumat Indonesia
.
#SiJum #NasiJumat #KomunitasBerbagiNasiJumat #SedekahNasiJumat #RelawanSiJum