3 Golongan yang berhak menerima daging qurban

3 Golongan yang berhak menerima daging qurban

3 Golongan yang berhak menerima daging qurban

 

Sebulan lagi kita akan dipertemukan dengan hari raya umat Islam yang kedua yakni Idul Adha. Ibadah qurban merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Sang Pencipta. Dengan berqurban, kita dapat berbagi keberkahan kepada banyak orang sehingga terciptalah kebahagiaan. Sahabat baik masih bingung kah siapa saja yang berhak menerima daging qurban?. Karena sejatinya daging qurban tidak hanya dinikmati oleh shohibul qurban dan keluarganya, namun juga ada beberapa golongan yang berhak menerima manfaat dari daging qurban tersebut.  Berikut adalah 3 golongan yang berhak menerima daging qurban yang perlu Sahabat baik ketahui:

 

 

1. Shohibul qurban dan keluarganya

 

Golongan pertama yang berhak menerima daging qurban yakni dari shohibul qurban dan keluarganya. Shohibul qurban adalah sebutan bagi orang yang berqurban. Hal ini dikarenakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memakan daging kurbannya sendiri setelah selesai shalat Idul Adha. Dalam hadits riwayat Imam Al Baihaqi mengatakan bahwa,

 

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hari Idul Fitri tidak keluar dulu sebelum makan sesuatu. Ketika Idul Adha tidak makan sesuatu hingga beliau kembali ke rumah. Saat kembali, beliau makan hati dari hewan kurbannya.”

 

 

2. Kerabat, teman dan tetangga sekitar

 

Golongan kedua yang perlu kita dahulukan untuk diberi daging qurban yang kita sembelih yakni kerabat, teman dan tetangga sekitar. Pasalnya memberi kepada orang terdekat merupakan amalan yang lebih utama daripada orang lain. Sebagaimana dari Salman bin Amir Radhiyallahu Anha, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda,

 

“Sedekah kepada orang miskin (bernilai) satu sedekah. Tetapi sedekah kepada kerabat (bernilai) dua sedekah, pertama pahala sedekah, kedua pahala (jaga) silaturrahim.” (HR An-Nasa’i dan At-Tirmidzi)

 

Dalam kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu disebutkan juga bahwa ulama Hanafiyah dan Hanabilah menganjurkan agar sebagian daging hewan qurban dibagikan kepada kerabat, teman dan tetangga sekitar meskipun mereka kaya.

 

“Dan menghadiahkan sepertiga daging hewan kurban kepada kerabat dan teman-temannya meskipun mereka kaya.”

 

 

3. Orang fakir dan miskin 

 

Golongan terakhir yang berhak menerima manfaat dari daging qurban ini yakni orang fakir dan miskin. Sudah tertera jelas bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kita pada surah Al Hajj ayat 28 yang artinya,

 

“Makanlah sebagian dari daging kurban dan berikanlah kepada orang fakir.“(QS. Al Hajj: 28)

 

Pada ayat 36 juga disebutkan lagi mengenai anjuran untuk memberikan daging qurban kita kepada orang fakir miskin, sebagai berikut:

 

“Makanlah sebagian dari daging kurban, dan berikanlah kepada orang fakir yang tidak meminta-minta, dan orang fakir yang minta-minta.”(QS. Al Hajj: 36) 

 

Kepada siapa daging qurban akan dibagikan, itu tergantung dari keputusan shohibul qurban. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan sahabat untuk memberikan seluruh daging qurbannya kepada orang-orang miskin. Sebagaimana dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu berkata,

 

“Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan dia untuk mengurusi unta-unta hadyu. Beliau memerintah untuk membagi semua daging qurbannya, kulit dan jilalnya (kulit yang ditaruh pada punggung unta untuk melindungi dari dingin) untuk orang-orang miskin. Dan beliau tidak diperbolehkan memberikan bagian apapun dari qurban itu kepada tukang jagal (sebagai upah).”

 

Hendaknya kita bisa memprioritaskan kepada siapa daging qurban kita nanti akan dibagikan. Karena dari qurban itulah akan tercipta keberkahan bagi seluruh umat muslim. Mari ukir kebahagiaan bersama ayobuatbaik.com dengan memberikan qurban terbaik kita kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan hingga pelosok negeri melalui Qurban SiJum Pelosok Negeri.